Jumat, 01 Agustus 2025

Perkembangan Ilmu Tafsir Berdasarkan Lima Tahapan Utama

Ilmu tafsir berkembang dalam sejarah Islam melalui lima tahapan utama yang disusun berdasarkan sumber dan pelakunya. Tiap tahapan memiliki karakteristik khas dan peranan penting dalam memperluas dan memperdalam pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur'an.

1. Tafsir Al-Qur'an dengan Al-Qur'an

Pada tahap ini, penafsiran dilakukan menggunakan ayat Al-Qur'an lain. Al-Qur'an menjelaskan sebagian ayat-ayatnya secara langsung melalui ayat lain yang lebih jelas atau lebih rinci. Ini adalah metode paling otentik dan paling kuat karena berasal dari wahyu itu sendiri.

🔹 Contoh:

  • Penjelasan dari Surah Al-Haqqah tentang kalimat "الْقَارِعَةُ" dijelaskan melalui ayat "يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ".
  • Dalam Surah المعارج: 19–21, kalimat "هَلُوعًا" dijelaskan secara langsung setelahnya dengan kalimat "إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا".

Jadi Al-Qur’an menjelaskan dirinya sendiri sebagai cara pertama dalam ilmu tafsir, dan ini memiliki banyak contoh dalam mushaf.

2. Tafsir Nabi

Nabi Muhammad memberikan penjelasan atas ayat-ayat Al-Qur’an, terutama yang bersifat global (mujmal) dan membutuhkan rincian.

🔹 Contoh:

  • Surah Al-Baqarah: 43: “وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ”, dijelaskan Nabi dengan tata cara salat, jumlah rakaat, waktu-waktu salat, dll.
  • Hadis: صلوا كما رأيتموني أصلي (Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat).
  • Tafsir ayat: "وَلِلذِّكْرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ" dijelaskan dalam hadis-hadis tentang hukum warisan.

Jadi Sunnah Nabi merupakan sumber tafsir kedua yang memberikan rincian terhadap makna ayat-ayat Al-Qur’an yang bersifat umum atau global.

3. Tafsir Para Sahabat

Setelah wafatnya Nabi , para sahabat seperti Ibn Abbas, Ibn Mas’ud, Ali bin Abi Thalib dan lainnya melanjutkan tradisi tafsir. Mereka menafsirkan berdasarkan:

  • Apa yang mereka dengar dari Nabi ,
  • Pemahaman mendalam terhadap bahasa Arab,
  • Pengetahuan mereka tentang sebab-sebab turunnya ayat (asbab al-nuzul).

🔹 Contoh:

  • Ibn Abbas menafsirkan ayat: "وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ" sebagai berwudhu sebelum salat.
  • Ibn Mas’ud dalam Surah النجم: 10: "فَأَوْحَى إِلَىٰ عَبْدِهِ مَا أَوْحَى", menjelaskan bahwa suara malaikat seperti rantai besi di atas batu.

Jadi tafsir sahabat merupakan tahap ketiga yang penting karena mereka memiliki pengalaman langsung dengan wahyu dan konteks sejarahnya.

4. Tafsir Para Tabi'in

Generasi setelah sahabat (tabi'in) mempelajari tafsir langsung dari sahabat. Mereka berusaha menjaga keaslian pemahaman para sahabat dan juga menambahkan penjelasan sesuai dengan konteks zaman mereka.

🔹 Contoh:

  • Tafsir ayat الطور: 21: "وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ...", ditafsirkan oleh Sa'id bin Jubair bahwa Allah akan menyatukan anak-anak beriman dengan orang tuanya di surga walaupun amal mereka berbeda.
  • Juga disebutkan bahwa sebagian tabi'in seperti Mujahid, Ikrimah, dan Qatadah sangat berpengaruh dalam bidang tafsir.

Jadi Tafsir tabi'in adalah pelestarian dan pengembangan dari tafsir sahabat yang menjadi penghubung generasi awal dengan perkembangan ilmu tafsir berikutnya.

5. Tafsir Para Ulama

Tahap ini merupakan pengkodifikasian ilmu tafsir dalam bentuk kitab. Ulama menggunakan pendekatan yang lebih sistematis dengan merujuk pada Al-Qur'an, Sunnah, atsar sahabat dan tabi'in, serta kaidah-kaidah kebahasaan dan rasional (ijtihadiyah).

🔹 Ciri Khas:

  • Penekanan pada aspek bahasa Arab, nahwu, balaghah, dan ushul fiqh.
  • Penafsiran yang mendalam dan penuh analisa.
  • Dibukukan dalam berbagai karya besar tafsir.

🔹 Tokoh-tokoh terkenal:

  • Muhammad bin Jarir Ath-Thabari
  • Abu Hayyan Al-Andalusi
  • Jalaluddin As-Suyuthi
  • Fakhruddin Ar-Razi
  • Ibnu Katsir
  • Al-Qurtubi

Jadi tahapan ini adalah era kematangan ilmu tafsir yang dibangun di atas fondasi kuat dari Al-Qur’an, Sunnah, atsar sahabat dan tabi’in, serta ijtihad para ulama.

Kesimpulan

Perkembangan ilmu tafsir melalui lima tahap utama ini mencerminkan proses ilmiah dan spiritual dalam memahami wahyu Allah:

1.      Tafsir Al-Qur’an dengan Al-Qur’an – sumber paling murni.

2.      Tafsir Nabi – penjelasan wahyu oleh yang menerima wahyu.

3.      Tafsir Sahabat – hasil interaksi langsung dengan Rasulullah .

4.      Tafsir Tabi'in – warisan dari sahabat dan pengembangan kontekstual.

Tafsir Ulama – kodifikasi dan elaborasi ilmiah tafsir.

Perkembangan Ilmu Tafsir Berdasarkan Lima Tahapan Utama

Ilmu tafsir berkembang dalam sejarah Islam melalui lima tahapan utama yang disusun berdasarkan sumber dan pelakunya. Tiap tahapan memiliki k...